Jumat, 15 Juni 2012

KASIHMU ♥♥


Kasih-Mu …
Seperti air yang mengalir dalam hidupku
Seperti mentari yang selalu menghangatkan jiwaku
Seperti angin yang menyejukkan hatiku

Karena kasih-Mu …
Meski jatuh berkali-kali
Raga ini mampu kembali bangkit
Aku masih mampu berjalan meski kegelapan melingkupiku
Karena kutau Kau selalu ada menopang langkahku

Terimakasih atas kasih-Mu TUHAN …
Aku tak mampu membalas apapun
Aku hanya akan selalu mencoba menyenangkanMu
Berjalan tanpaMu …
Seperti domba yang kehilangan gembalanya
BersamaMu …
Aku tak perlu gentar menghadapi gemerlap duniawi
BersamaMu …
Aku yakin selalu mampu menjalani hidupku

Hatiku akan selalu memujimu TUHAN
Ragaku akan selalu kepersembahkan padaMu
Aku bangga menjadi orang terpilih sebagai AnakMU …
Karena hanya Kau satu dulu, sekarang hingga selamanya.
Tuhanku yang MahaKasih, MahaTahu dan MahaPendengar
Aku bangga memilikuMu …
TUHAN YESUS-ku …


KEBERSAMAAN KITA (SAHABAT)



Sahabat …
Aku tak tahu harus bagaimana mengartikan hadirmu disini
Kurasa akan terasa berbeda artimu bagi setiap orang

Apakah setiap orang dapat dijadikan sehabat?
Apakah ada kriteria khusus untuk dapat menjadi sahabat seseorang?
Kebersamaanku dengan kalian sekarang ...
Juga belum mampu meyakinkanku kalau kita adalah sekelompok SAHABAT
Namun bagiku itu tak penting!!
Sebutan apapun yang mengikat kita ?!
Yang jelas aku mampu tersenyum, tertawa dan gembira saat bersama kalian

Namun, apa kalian juga merasakan hal yang sama denganku? Entahlah …
Apa senyuman itu benar tulus?
Apa tawa itu benar tawa? Entahlah …
Hanya kalian yang tahu jawabannya
Aku tak tau apakah kalian benar sahabat atau hanya seorang yang sekedar singgah dalam perjalanan hidupku ?
Tapi saat ini, hatiku berkata : “Benar. Aku sayang kalian !”

Tak tau seberapa besar dan hingga kapan rasa ini singgah dan diam disini
Toh, hidup pasti terus berjalan
Cepat atau lambat, ingin atau tidak.
Kau dan aku juga pasti akan menemukan Sahabat lainnya.
Tak apa …

Yang pasti, aku tak ingin kalian melupakan saat-saat yang pernah kita lalui bersama
Saat yang tanpa kita sadari, kita bersama telah mencoba menjadi sekelompok “Sahabat”
Terimakasih atas kebersamaan kita yang memberi warna dalam perjalanan hidupku …



 (What are your feeling? is it same with me?)

KEINDAHAN-MU (HUJAN)



Hujan …
Saat rintik air membasahi bumi
Seakan turut membasuh seluruh ragaku
Saat bunga berseri menyambut kehadiranmu
Aku pun turut ikut berseri menyambutmu

Tetes-tetes hujan
Udara yang sejuk
Seakan membawa seluruh penatku menguap bersama titik embun
Awan gelap yang tak pernah kutahu bagaimana perasaannya saat membiarkan butiran air bersalamanan dengan bumi
Kuharap awan awan mega juga tersenyum gembira layaknya diriku
Gemuruh petir yang bertabrakan di angkasa
Seakan menyapa dan mempersembahkan nyanyian alam bagi seluruh raga yang mendengarnya.

Hening …
Sejuk …
Damai …
Aku tak ingin kehilangan momen seperti ini
Aku ingin melepas penat yang masih membayang bersama butir air yang terhempas jatuh ketanah, meresap dan hilang bersamanya.
Atau menguap dan bergabung dengan awan kelabu di angkasa

Saat semburat jingga terlukis indah di angkasa
Saat matahari terbenam dan terbit di belahan bumi lain
Kulihat kini ada banyak kilauan kecil nan indah menari-nari di angkasa
Aku masih terpaku takjub menyaksikan semua keindahan ini
Semua ciptaan TUHAN yang amat mengagumkan

Aku tak ingin melewatkan sedetikpun saat seperti ini
Terasa nyaman seakan menyatu dengan alam
Merasakan butir hujan pertama hingga lenyap tak berbekas
Hingga langit berubah menjadi kelabu
Saat kelip bintang menyapa diangkasa
Mampu membuat ragaku tersihir takjub
Terima kasih TUHAN atas  ciptaanMu yang mengagumkan.


(Sorry, it's worst i think!)

Jumat, 06 April 2012

DEALOVA (Surat DIRA untuk KARRA) ƪ(‾ε‾“)ʃ ƪ

Karra,
Maaf … Karena selalu membuat kamu marah
Maaf … Karena selalu membuat benci sama aku
Maaf … Atas semua kepedihan yang aku timbulkan
Maaf … Karena selalu membuat kamu ngalah dalam segala hal
Maaf … Karena aku selalu keras kepala
Maaf … Karena telah membuat kamu masuk ke dalam kehidupanku.
Maaf … Karena aku harus pergi ninggalin kamu.

Terima kasih … Karena akmu telah membuat hari-hariku indah
Terima kasih … Karena kamu telah memperlihatkan mata yang paling indah yang pernah kulihat
Terima kasih … Karena kamu telah membuat aku memiliki semangat untuk hidup.
Terima kasih … Karena kamu selalu menganggap aku pintar
Terima kasih … Karna kamu membuatku sadar bahwa kita harus berjuang untuk hidup dan bahwa hidup ini harus diarungi melalui semangat, perjuangan dan kemauan keras.
Terima kasih … Karena akmu memberikan kebahagian terbesar dalam hidupku.
Terima kasih … Karena kamu telah luar biasa sabar menghadapi aku

Karena telah mengajari aku untuk mendoakan agar orang yang aku cintai bahagia
Karena telah mengubah hidupku yang kosong
Karena telah menjadi satu-satunya orang yang bisa membuatku mengalah
Karena telah memberikan sesuatu yang selama ini nggal bisa aku kasih ke kamu
Karena telah menjadi wanita yang luar biasa dan nggak tertandingi yang pernah masuk dalam kehidupanku.

Terima kasih … Karena kamu telah menjadi bidadariku selama ini. 
Aku nggak akan kemana- mana …

                                                                                                                               -Dira-


*(Sumpah surat ini buat air mata gak berhenti mengalir  .. Dira Love you so much. Rest in place to you )
  
   Dealova -Dira-ibEl-karrA-Lova

Thanks to Dyan Nuranindya who had created a very awesome novel. ♥♥


                               IBEL - KARRA - DIRA

Selasa, 27 Maret 2012

Kita, Adalah Cinta ♥

Siapakah kita? Siapakah aku? Kenapa kita dilahirkan ke dunia ini? Kenapa kita besar dan sekolah? Buat apakah semua ini? Dan, bagaimanakah akhirnya?
Semua pertanyaan ini mungkin tidak akan mendapat jawabannya hingga kita menutup mata. Namun selama aku hidup, inilah yang aku percaya …
Bahwa aku ada karena cinta. Bahwa aku hidup untuk cinta. Dan suatu hari aku akan berpulang kembali ke cinta.
Cinta bukan berarti selalu tertawa. Bukan berarti selalu bersedih. CInta bukan berarti selalu mengetahui. Tapi, cinta berarti selalu memahami.
Siapakah kita? Siapakah aku? Pada akhirnya, aku hanya bisa menjawab. Bahwa jati diri kita hanyalah satu, yaitu cinta. Karena, kalau bukan karena cinta, keberadaan kita di dunia pastilah kehilangan makna.

PULANG


Aku selalu percaya, tujuan kita hidup di dunia tak sekedar bernapas, makan, bersekolah, mengerjakan pe er, dan hal semacamnya. 
Aku percaya, hidup adalah perjalanan untuk mencari jati diri. Kita hidup untuk menemukan siapa kita sebenarnya. Ada yang menemukan jati dirinya dengan mudah, ada yang menemukan jati dirinya dengan serangkaian kejadian dan peristiwa pahit. 
Aku berkaca pada hidup yang terkadang lucu. Pada orang yang aku kagumi. Pada orang-orang yang aku sayang. Kita, manusia, sedang berpetualang mencari jati diri. Mencari jalan untuk menembus waktu dan menyatukan keping-keping masa lalu.
Hidup adalah perjalanan mencari jati diri. Lebih dari itu, hidup adalah perjalanan untuk mencari jalan pulang. Ke sebuah rumah yang hangat. Yang di dalamnya berisi tawa dan peluk hangat dari orang-orang yang kita sayang. 
Sebuah rumah yang membuat kita tak ingin pergi lagi, karena kehadiran mereka membuat kita menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang lebih hidup, manusia yang penuh cinta. 
Semoga kamu cepat sadar, bahwa sebenarnya kamu sudah menemukan jalan pulang, namun kamu memutuskan untuk kembali mencari. Kami adalah  keluargamu, kami adalah rumahmu. Sejak kamu dipeluk ibu, sejak kamu ditimang ayah, sebenarnya, kamu telah…. Pulang.