Hujan
…
Saat
rintik air membasahi bumi
Seakan
turut membasuh seluruh ragaku
Saat
bunga berseri menyambut kehadiranmu
Aku
pun turut ikut berseri menyambutmu
Tetes-tetes
hujan
Udara
yang sejuk
Seakan
membawa seluruh penatku menguap bersama titik embun
Awan
gelap yang tak pernah kutahu bagaimana perasaannya saat membiarkan butiran air
bersalamanan dengan bumi
Kuharap
awan awan mega juga tersenyum gembira layaknya diriku
Gemuruh
petir yang bertabrakan di angkasa
Seakan
menyapa dan mempersembahkan nyanyian alam bagi seluruh raga yang mendengarnya.
Hening
…
Sejuk
…
Damai
…
Aku
tak ingin kehilangan momen seperti ini
Aku
ingin melepas penat yang masih membayang bersama butir air yang terhempas jatuh
ketanah, meresap dan hilang bersamanya.
Atau
menguap dan bergabung dengan awan kelabu di angkasa
Saat
semburat jingga terlukis indah di angkasa
Saat
matahari terbenam dan terbit di belahan bumi lain
Kulihat
kini ada banyak kilauan kecil nan indah menari-nari di angkasa
Aku
masih terpaku takjub menyaksikan semua keindahan ini
Semua
ciptaan TUHAN yang amat mengagumkan
Aku
tak ingin melewatkan sedetikpun saat seperti ini
Terasa
nyaman seakan menyatu dengan alam
Merasakan
butir hujan pertama hingga lenyap tak berbekas
Hingga
langit berubah menjadi kelabu
Saat
kelip bintang menyapa diangkasa
Mampu
membuat ragaku tersihir takjub
Terima
kasih TUHAN atas ciptaanMu yang
mengagumkan.
(Sorry, it's worst i think!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar